Banyak Cabor Mati Suri, Kinerja KONI Pesisir Barat Dipertanyakan
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 17 Sep 2025
- visibility 176

Pesisir Barat, XposId.com – Dunia olahraga di Kabupaten Pesisir Barat tengah menghadapi kondisi memprihatinkan. Sejumlah cabang olahraga (cabor) terpantau mati suri bahkan tidak menunjukkan aktivitas signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini menimbulkan sorotan tajam terhadap kinerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pesisir Barat. Rabu, 17 September 2025.
Dari data yang dihimpun, beberapa cabor yang dulunya aktif kini nyaris tidak terdengar lagi kegiatannya. Tidak hanya vakum dalam mengadakan latihan rutin, banyak pengurus cabor juga dikabarkan tidak aktif, bahkan tidak diketahui keberadaannya.
Ironisnya, pada tahun 2024 lalu, sejumlah cabor yang sudah tidak aktif tersebut tetap menerima anggaran dari pemerintah.
“Kita prihatin melihat kondisi olahraga sekarang. Banyak cabor hanya tinggal nama, pengurusnya tidak jelas, tidak ada kegiatan, tapi selama ini masih mendapatkan anggaran,” ungkap salah satu tokoh olahraga lokal yang enggan disebutkan namanya, Senin (15/9/2025).
Ia menambahkan, “Pembahasan anggarannya seperti apa? Kami yang aktif hanya dapat sedikit, sementara mereka yang tidak ada kegiatan malah tetap menerima anggaran.”
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam, mengingat potensi sumber daya manusia di Pesisir Barat sebenarnya cukup besar di bidang olahraga. Namun, tanpa dukungan manajemen yang baik dan perhatian dari KONI sebagai induk organisasi olahraga, potensi tersebut dikhawatirkan akan hilang begitu saja.

Sejumlah pihak pun menilai, lemahnya langkah konkret dari KONI dalam membina dan menghidupkan kembali cabor yang vakum menunjukkan rendahnya komitmen terhadap kemajuan olahraga daerah.
“Kalau KONI tidak segera bertindak, kita bisa kehilangan satu generasi atlet. Mereka butuh wadah, kompetisi, dan pembinaan. Jangan sampai olahraga di Pesisir Barat hanya hidup saat event besar saja,” lanjut sumber tersebut.
Lebih memprihatinkan lagi, pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pesisir Barat saat dimintai keterangan justru tidak mengetahui jumlah pasti cabor yang aktif maupun tidak aktif.
“Kalau tidak salah ada 16 cabor. Yang aktif 11 cabor, dan enam cabor tidak aktif. Tapi untuk jumlah pastinya nanti saya cari dulu datanya,” kata seorang Kabid yang membidangi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KONI Pesisir Barat belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi ini. Publik kini menunggu langkah tegas, apakah akan dilakukan evaluasi menyeluruh atau tetap membiarkan sejumlah cabor tergeletak mati suri.
Tanpa pembinaan yang serius, mimpi melahirkan atlet berprestasi di Pesisir Barat bisa terkubur hanya karena lemahnya manajemen olahraga daerah. (Rusdi)
- Penulis: admin


