Rakerkonas 2025, APINDO Gadang Semangat Indonesia Corporated Menuju Indonesia Emas 2045
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 5 Agu 2025
- visibility 322

RAKERKONAS APINDO - Sambutan Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani, Rakerkonas ke-34 APINDO 2025, Bandung, Jawa Barat, 4-6 Agustus 2025. | dok/Muzzamil
Sekadar potret, selaku organisasi perwakilan dunia usaha, selain memiliki keterwakilan aktif di lembaga ketenagakerjaan tripartit: Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) RI, Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit RI, serta Dewan Pengupahan Provinsi dan Kabupaten/Kota.
APINDO juga aktif di Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Dewan Pengawas (Dewas) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (perwakilan unsur Pemberi Kerja), dan lainnya.
Selain di internal, APINDO meluncurkan tiga unit bisnis. Pertama, sadar betul pentingnya kolaborasi dan kemitraan bagi keberhasilan bisnis global, APINDO meluncurkan Pusat Kemitraan Strategis Internasional Indonesia (International Strategic Partnership Center) atau ISPC Indonesia guna percepat kerja sama bisnis strategis antara perusahaan asing dan Indonesia.
Didukung industrialis, badan usaha Indonesia, anggota stelsel aktif APINDO di 36 provinsi dan 269 kabupaten/kota yang aktif ciptakan investasi dan peluang perdagangan baru untuk pasar berkelanjutan. Strateginya, menjembatani bisnis asing dan lokal dengan berinvestasi di Indonesia dan/atau ciptakan pasar global produk/jasa Indonesia, ciptakan lebih banyak wirausahawan global Indonesia.
Bertujuan memfasilitasi, dorong, dukung kerja sama bisnis perusahaan asing dan Indonesia untuk pengembangan bisnis strategis dan percepat proses perdagangan dan investasi dengan bekerja intensif dengan perusahaan swasta, badan pemerintah, akademisi, dan lainnya demi mencapai Misi ke-3 APINDO: berperan aktif dalam mempertahankan dan meningkatkan investasi.
Dari itu ISPC Indonesia hunus visi menjadi kontributor signifikan investasi asing dan perdagangan internasional Indonesia untuk keunggulan kompetitif global berkelanjutan.
Dari itu pula ISPC Indonesia hunus misi untuk meningkatkan tingkat Penanaman Modal Asing (Foreign Direct Investment/FDI) dan perdagangan internasional melalui kemitraan strategis.
Di samping mitra domestik: Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi cum Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Serta, Adhyata Sejahtera Indonesia dan KADIN Indonesia Business Service Desk (BSD).
Mitra manca ISPC Indonesia: American Chamber of Commerce in Indonesia (AMCHAM Indonesia), ANC, BCG (Boston Consulting Group), Bridging Group (Korsel), Gyeongsangbuk-do (Pemprov Gyeongsang Utara Korsel), HSBC, International Center for Environmental Technology Transfer (ICETT, Jepang), IKEA, Japan Management Association (JMA), Jumore, Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT), KISA, KOSME, McKinsey & Company, Overseas Business Assistance Centre (OBAC), Polish Investment and Trade Agency (PFR Group), SBA, srtepc, Swedish Energy Agency, The Pacific Alliance, The Swedish Trade and Invest Council (Business Sweden) dan lainnya.
Kedua, APINDO juga meluncurkan APINDO Training Center (ATC) yang lahir dari spirit dan idealisme pentingnya percepatan pengembangan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) RI. Dihadirkan, guna mengampu visi menjadi pusat unggulan pengembangan SDM di Indonesia untuk ciptakan SDM inovatif, produktif, kompetitif.
Ogah sembrono, pengembangan kompetensi pelaku hubungan industrial terpadu ATC dirancang akurat, cerdas, unggul, berbasis riset terapan di dunia kerja. Untuk bangun hubungan industrial harmonis dan iklim investasi nasional berkelanjutan dan kondusif.
Portofolio ini didaku (diklaim) terbujur di empat aktivitas programnya. Yakni, Latihan Reguler, terdiri Program Sertifikasi Hubungan Industrial (IRCP) dan Bicaralah – Forum ATC; In House Training meliputi Pelatihan Hubungan Kerja dan Sistem Pengupahan, Program Pengembangan Spesialis Hubungan Industrial (IRSCP), Pelatihan LKS Bipartit, Kerangka Kerja IR untuk Serikat Pekerja, Program Pengembangan Pejabat Hubungan Industrial (IRODP), dan Sertifikasi IR.
Lalu Kelas Hubungan Industrial (IR Class). Dan Agenda Utama Hubungan Industrial seperti Konvensi Business Process Outsourcing Indonesia dan Konvensi Jaminan Sosial dan Upah Minimum Indonesia.
Ketiga, Pusat Arbitrase dan Mediasi Indonesia (PAMI), lembaga penyelesaian perjanjian Arbitrase tertulis para pihak bersengketa, pemberian pelayanan Mediasi, Ajudikasi dan Pendapat Mengikat.
PAMI didirikan DPN APINDO-ATC, disahkan berdasar SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-0007633.AH.01.07.2017, diharap jadi solusi alternatif penyelesaian yang diperlukan dunia usaha di Indonesia.
Juga enggan sembrono, per awal dibentuk, PAMI jua dipersiapkan jadi yang terbaik, misal melalui pemenuhan kebutuhan SDM Arbiter dan Mediator berintegritas dan profesional.
Selain itu, di jejaring eksternal, APINDO kini anggota aktif ASEAN Confederation of Employers (ACE), Confederation of Asia-Pacific Employers (CAPE), dan International Organization of Employers (IOE).
Uji istilah, APINDO lengkap gelar sudah: aktor, guru, jubir, jurkam, dinamisator, driving force, emerging force, katalisator, operator, “suhu”, “suheng”, pun agitator, propagandis. Bahkan provokator: pemajuan ekonomi bangsa. Bukan Tom and Jerry.
Sehingga kemudian, dalam pada itu, dengan peran dan peranan penyambung aspirasi dunia usaha dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA) di Tanah Air, kiprah APINDO seperti banyak diakui, menjadi terus relevan.
Sebagaimana kerja bersama anak bangsa, melalui upaya sistemik (mencuplik ulang pidato virtual ucapan selamat HUT APINDO 2022 lalu dari Presiden Jokowi lewat Menko Perekonomian Airlangga Hartarto), “sinergi, koordinasi, dan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha terbukti dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negara secara efektif dalam menghadapi tantangan besar ini.”
Situasi pandemi beberapa tahun terakhir —kurun 2020–2021, tantangan besar dimaksud; yang telah buat ekonomi global melambat, bahkan hadapi inflasi kelas berat.
Menggadang tema gadang, Rakerkonas APINDO 2025 didesain jadi momen penting memperkuat sinergi pusat-daerah, suarakan aspirasi dunia usaha, merumuskan langkah bersama hadapi tantangan ekonomi kedepan. Ditengah pasang surut situasi ketidakpastian global. Khas rezim VUCA.
“Saya rasa ini momentum yang tepat dengan kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Bagaimana kita bersama-sama sebagai pemegang saham dari Indonesia, coba cari solusi,” jumpa pers Shinta 29 Juli lalu.
Dengan memedomani 7 Program Kerja APINDO 2023–2028 hasil Munas XI Jakarta, 14-15 Juni 2023: Penguatan SDM dan ketenagakerjaan, Pemberdayaan pelaku usaha khususnya UMKM, Peningkatan investasi dengan perbaikan isu sektoral dan lintas sektoral, Partisipasi dan advokasi kebijakan strategis nasional, Penguatan organisasi untuk kepemimpinan masa depan, Penguatan kemandirian untuk mendorong kepentingan nasional, dan Penguatan jejaring dengan pemangku kepentingan.
Diperkokoh 4 Program Aksi Unggulan APINDO 2023–2028: Pengentasan Stunting antara lain lewat program Kolaborasi Inklusif Pengusaha Atasi Stunting (KIPAS Stunting); Roadmap Perekonomian APINDO; UMKM Merdeka; Pengarusutamaan Sertifikasi HR–IR demi wujudkan SDM terampil kompeten di bidang pengelolaan SDM dan hubungan industrial (industrial relationship/IR).
7 Progja 4 Progsi, dipancarluaskan pasca Munas dan pascapengukuhan pengurus DPN APINDO 2023–2028 oleh Presiden Jokowi di Kempinski Jakarta, 31 Juli 2023 untuk mendokumentasikan keputusan Munas.
Hadir, menteri dan wamen Kabinet Indonesia Maju, antara lain Menko Perekonomian, Menko Marves, Menkeu, Mendag, Menkes, Menperin, Kepala BKKBN, Wantimpres, para Dubes negara sahabat, kepala daerah, serta lebih dari seribu pengusaha ragam sektor.
Pengurus DPN APINDO 2023–2028 menandai era baru APINDO melanjutkan program kerja kepengurusan sebelumnya. Dipimpin Shinta, generasi baru APINDO yang usung semangat inklusivitas, memadupadankan komposisi pengusaha tua-muda serta profesional yang diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal APINDO sebagai organisasi yang terbilang senja nun tetap perkasa.
“Kita memasuki era baru kepemimpinan APINDO, yang akan menjadi tonggak sejarah transformasi APINDO dengan menghasilkan sejumlah program unggulan sebagai upaya kami mengakselerasi pemulihan ekonomi untuk pembangunan nasional. Selain bersinergi secara pentaheliks dengan pemerintah, akademisi, badan/pelaku usaha, masyarakat atau komunitas serta media, kami mengharapkan kepengurusan baru yang inklusif ini pun akan semakin memperkuat hubungan APINDO dengan Konfederasi (Serikat Buruh/Serikat Pekerja, red), demi menciptakan hubungan industrial yang harmonis dengan semangat berlandaskan kolaboratif,” pidato pengukuhan Shinta.
Senin (4/8/2025), hari pertama pembukaan Rakerkonas 2025 tiba. Total hadirin peserta: 53 orang unsur Dewan Pimpinan Harian DPN APINDO 2023–2028 dinahkodai ketua umum perempuan pertama, Shinta Widjaja Kamdani; 41 orang Dewan Pertimbangan (Wantim) DPN APINDO dipimpin Ketua Sofjan Wanandi, lalu (dua struktur baru) unsur Dewan Pakar yang diketuai Mari Elka Pangestu dan 22 orang unsur Dewan Kewirausahaan DPN APINDO, serta unsur 36 DPP APINDO se-Indonesia; serta hadirin tetamu, ada 700, sumringah.
Semirip rundown tahun-tahun lalu, menyitat keterangan ketua penyelenggara, Eddy Hussy, Senin (4/8/2025), Rakerkonas 2025 diawali pendahuluan berupa Pameran dan Bazar UMKM yang dibuka Senin siang, dirangkai Welcome Dinner malamnya.
Eddy mengkirka Rakerkonas hari kedua bakal dihadiri lebih dari seribu tetamu. “Mungkin kalau besok (hari ini, red) pembukaan itu bisa 1.000-an lebih. Seribuan lah, bukan ribuan. Jadi ini luar biasa,” ujar Waketum APINDO ini.
“Sungguh semangat ini, baru malam pertama semua sudah bernyanyi, menari, sudah berjoget. Kayaknya baru mulai ini udah semangatnya luar biasa. Saya bisa melihat itu. Terutama antusiasme dari teman-teman yang memakai baju daerah dan mereka sangat bangga,” komentar berbinar Ketum Shinta.
Pun Ketua APINDO Jabar Ning Wahyu Astutik, “rangkaiannya heboh ya, seru gitu,” ujar ia.
Lanjut Selasa (5/8/2025) ini, taja Pembukaan turut dihadiri Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Jabar Deddy Mulyadi, Ketua DPRD Jabar, Walikota Bandung M Farhan; diisi pleno pengurus DPN APINDO bersama DPP APINDO se-Indonesia, laporan DPN APINDO dan DPP APINDO se-Indonesia Juli 2024-Juli 2025.
Sesuai AD/ART APINDO, dua kategori peserta Rakerkornas unsur DPP yakni peserta penuh (ketua-sekretaris), dan peninjau (10 orang).
Selain Ketua APINDO Jawa Barat 2021–2026 Ning Wahyu Astutik, tuan rumah; hadir 35 sejawatnyi dari Sabang sampai Merauke, dari Bumi Serambi Mekkah hingga Bumi Anim Ha —tanah leluhur, merujuk Kabupaten Merauke, Papua Selatan, selain Merauke “Kota Rusa”.
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar