Desakan Pergantian Pengurus KONI Pesisir Barat Makin Kuat, 14 Cabor Ajukan Muskablub
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 19 Sep 2025
- visibility 152

Pesisir Barat, XposId.com – Gelombang kekecewaan terhadap kinerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesisir Barat terus meluas. Sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan mereka dan mendesak segera dilakukan pergantian pengurus KONI yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas secara profesional.
Perwakilan beberapa cabor menilai, selama ini pembinaan dari KONI minim. Dukungan anggaran terbatas, koordinasi lemah, serta kurangnya perhatian terhadap perkembangan atlet membuat prestasi olahraga daerah stagnan bahkan menurun.
“Kami tidak ingin adanya rapat-rapat lain di KONI, apalagi membahas anggaran sebelum adanya pergantian pengurus KONI,” tegas Muhyan, Ketua Cabor Voli, usai meninggalkan ruang rapat KONI, Kamis (18/9/2025).
Muhyan menyebut sejumlah cabor memilih keluar dari rapat lantaran menolak pembahasan lain sebelum Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) digelar untuk memilih kepengurusan baru. Ia menegaskan, bila dalam satu bulan setelah pengajuan Muskablub tidak ada tanggapan dari KONI Pesisir Barat, maka kepengurusan KONI harus diambil alih oleh KONI Provinsi.
“Kami ingin anak-anak Pesisir Barat punya wadah untuk mengembangkan bakat olahraga dan mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua PSSI Pesisir Barat, Aris Ikhwanda. Ia menegaskan pihaknya bersama cabor lain sepakat untuk mengusulkan Muskablub demi pergantian pengurus. Dari 20 cabor aktif di Pesisir Barat, tercatat 14 cabor telah menandatangani usulan tersebut.
“Pada intinya kami ingin KONI lebih baik ke depannya. Karena itu, kami tidak ingin ada pembahasan lain kecuali Muskablub dilaksanakan,” kata Aris.
Desakan ini bukan muncul tiba-tiba. Sejak lama, sejumlah cabor merasa diabaikan oleh KONI. Minimnya dukungan membuat banyak atlet potensial justru memilih hengkang ke daerah lain yang lebih peduli terhadap pembinaan dan penghargaan atlet.
“Jika dibiarkan, Pesisir Barat akan kehilangan banyak talenta potensial. Ini bukan sekadar soal medali, tapi juga menyangkut harga diri dan identitas daerah. Sudah saatnya pengurus KONI diganti, karena masih banyak figur lain yang lebih peduli dan siap membina atlet dengan sungguh-sungguh,” tegas Arasid Fatmi, Ketua Cabor Kick Boxing.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KONI Pesisir Barat belum memberikan keterangan resmi terkait desakan dari para cabor. (Rusdi)
- Penulis: admin


