16 Marga Sai Batin Meriahkan HUT ke-13 Pesisir Barat, Simbol Persatuan dan Kekuatan Budaya
- account_circle admin
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 62

Pesisir Barat, XposId.com – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Pesisir Barat berlangsung meriah dengan kehadiran seluruh elemen masyarakat adat Sai Batin, Rabu (22/04/2026), di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung.
Sebanyak 16 marga adat Sai Batin turut ambil bagian dalam upacara tersebut. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat persatuan, kekompakan, serta kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Pesisir Barat.
Adapun 16 marga adat yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu: Marga Malaya, Marga Pugung Penengahan, Marga Tampak, Marga Way Sindi, Marga La’ay, Marga Bandar, Marga Ulok Krui, Marga Pedada, Marga Pasar Krui, Marga Way Napal, Marga Tenumbang, Marga Ngambur, Marga Ngaras, Marga Bengkunat, Marga Belimbing, dan Marga Pulau Pisang.
Para punggawa adat tampil mengenakan pakaian kebesaran masing-masing marga, memperlihatkan keindahan serta keberagaman tradisi khas Sai Batin.
Perwakilan marga Sai Batin Way Napal, Putrawan Jayaningrat, menyampaikan bahwa keikutsertaan seluruh marga dalam peringatan HUT daerah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pemerintah dalam mengoptimalkan potensi daerah.
“Partisipasi aktif masyarakat adat dalam setiap momentum daerah adalah wujud komitmen kami untuk ikut membangun Pesisir Barat agar semakin maju,” ujarnya.
Kehadiran 16 marga adat tidak hanya menambah semarak peringatan HUT ke-13, tetapi juga menegaskan kuatnya akar budaya dan sejarah masyarakat Pesisir Barat.
Momentum ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh adat, sehingga pembangunan dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai budaya lokal.
Peringatan HUT ke-13 Kabupaten Pesisir Barat menjadi bukti bahwa kemajuan daerah tidak lepas dari peran serta masyarakat adat.
Dengan menjaga tradisi dan memperkuat persatuan, Pesisir Barat diharapkan mampu terus berkembang menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada kearifan lokal. (Rusdi)
- Penulis: admin


