Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bronjong Siluman: Uang Negara Digelontorkan, Kualitas Dikorbankan!

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
  • visibility 462

Pesisir Barat, XposId.com – Pembangunan bronjong di dua titik vital yakni Jembatan Way Kem dan Jembatan Way Gegas, Pekon Lemong, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi sorotan publik. Pasalnya, proyek bernilai publik ini dikerjakan dengan cara yang patut diduga penuh akal-akalan. Warga menyebutnya proyek bodong berkedok pembangunan.

Dimulai dari ketiadaan plang informasi proyek — unsur paling mendasar dari transparansi penggunaan uang negara. Tidak adanya plang menandakan proyek ini berjalan tanpa pertanggungjawaban terbuka kepada publik, dan mengundang kecurigaan bahwa ini adalah “proyek siluman”. Lantas, siapa yang bertanggung jawab?

Di lapangan, keadaan semakin memprihatinkan. Bronjong yang seharusnya menjadi pengaman kaki jembatan justru diisi dengan batu kecil dan bulat, yang sangat jauh dari standar konstruksi yang seharusnya mampu menahan derasnya arus sungai dan mencegah erosi.

“Ini bukan bronjong, ini jebakan. Batunya kecil, ngambil dari sekitar lokasi, bisa rusak jembatan itu sendiri,” tegas seorang warga yang enggan disebut namanya.

Lebih dari sekadar kualitas material yang meragukan, lokasi pembangunan juga memantik tanda tanya besar. Salah satu titik proyek berada dekat dengan area milik PT Subanus, sehingga publik mulai mencium kemungkinan adanya kepentingan tersembunyi, toleransi khusus, atau bahkan “barter diam-diam”.

Tak ada keterangan resmi dari pihak rekanan, dinas teknis, atau pengawas proyek. Proyek ini seperti bayangan yang bekerja sendiri di atas anggaran negara — rakyat melihat dampaknya, tapi tak pernah tahu siapa yang bermain.

Seharusnya, bronjong dibangun untuk melindungi, bukan untuk diragukan. Tapi fakta di lapangan justru menunjukkan indikasi pembiaran, pengabaian spesifikasi, dan potensi kerugian negara. Dan semua itu, terjadi di tengah masyarakat yang hanya bisa menonton tanpa diberi penjelasan.

“Kami tidak anti pembangunan, tapi kami muak dengan pembangunan yang dibungkus kebohongan,” ucap warga lain dengan suara lantang.

Masyarakat Pekon Lemong mendesak pemerintah daerah dan aparat hukum untuk segera turun tangan, melakukan investigasi menyeluruh, dan menindak siapa pun yang bermain dalam proyek ini.

Jika dibiarkan, proyek seperti ini bisa menjadi bom waktu yang bukan hanya menggerus anggaran, tapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. (*)

Catatan Redaksi:

Kami akan terus mengawal proyek-proyek publik yang diduga bermasalah. Karena pembangunan tanpa transparansi bukanlah kemajuan—melainkan pembodohan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

BACA JUGA

expand_less PAGE TOP