Bupati Dedi Irawan Soroti Sentralisasi Tata Kelola Guru dalam Peringatan Hari Guru Nasional 2025
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 25 Nov 2025
- visibility 77

Pesisir Barat, XposId.com – Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan, memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 yang berlangsung di SMPN 1 Krui, Selasa (25/11/2025). Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati, Irawan Topani, S.H., M.Kn., anggota DPRD, Ali Yudiem, S.H., Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Marnentinus, S.IP., M.M., serta jajaran Forkopimda dan pengurus PGRI Pesisir Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dedi Irawan menyampaikan pesan penting terkait tema peringatan Hari Guru Nasional tahun ini, yaitu “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Tema ini menggarisbawahi peran vital guru dalam membangun fondasi masa depan Indonesia. “Guru hebat, Indonesia kuat, ini adalah sebuah pernyataan kausalitas yang tegas. Kami percaya bahwa tidak ada Indonesia yang kuat tanpa guru yang hebat,” ungkap Dedi Irawan.
Bupati Dedi Irawan juga menekankan pentingnya guru yang tidak hanya mengajar dengan pengetahuan, tetapi juga dengan hati. Menurutnya, guru yang hebat adalah guru yang mampu mengajarkan nilai-nilai luhur Pancasila dan menanamkan karakter bangsa. Selain itu, guru juga harus dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa melupakan kearifan lokal.
Di sisi lain, Bupati Dedi Irawan mengungkapkan perhatian terhadap masalah tata kelola guru yang selama ini sering menimbulkan keluhan. Ketimpangan distribusi guru, status yang tidak jelas, dan keterlambatan pembayaran tunjangan profesi menjadi beberapa isu yang perlu segera diatasi. Untuk itu, pemerintah pusat bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikdasmen) sedang menyiapkan kebijakan strategis berupa sentralisasi tata kelola guru.
“Sentralisasi tata kelola guru ini bertujuan untuk memastikan kesejahteraan yang merata, menghilangkan disparitas pembayaran tunjangan profesi, dan memberikan kepastian masa depan bagi guru,” lanjut Bupati. Kebijakan ini, katanya, akan memetakan kebutuhan dan penempatan guru secara lebih optimal, memastikan setiap sekolah, termasuk yang berada di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), mendapatkan guru yang kompeten sesuai standar nasional.
Bupati Dedi Irawan juga menyatakan bahwa kebijakan ini akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah status guru honorer yang selama ini tergantung pada anggaran dan kebijakan daerah. Dengan adanya sentralisasi, diharapkan guru honorer mendapatkan kepastian status dan hak-hak yang setara dengan guru ASN.
Selain itu, Bupati Dedi Irawan menekankan pentingnya program prioritas Kemendikdasmen tahun 2025 yang mendukung pendidikan di Indonesia, seperti wajib belajar 13 tahun, peningkatan mutu pendidikan vokasi, penguatan literasi dan karakter, serta inovasi pembelajaran digital. “Kami ingin teknologi menjadi asisten terbaik bagi guru hebat, sehingga proses pembelajaran semakin interaktif, relevan, dan efisien,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh guru di Pesisir Barat untuk terus berinovasi, bekerja lebih cerdas, fokus, dan bermakna. “Kami tidak meminta guru bekerja lebih keras, tetapi lebih cerdas. Jadikan Hari Guru Nasional 2025 sebagai momentum untuk memperbaharui janji kita untuk mendidik dengan hati dan mengabdi tanpa henti,” tandasnya.
Peringatan Hari Guru Nasional ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi seluruh guru di Pesisir Barat untuk terus memberikan yang terbaik dalam mencerdaskan anak bangsa, menjaga masa depan Indonesia, dan mewujudkan Indonesia yang kuat dan berdaya saing. (Rusdi)
- Penulis: admin


