Kekecewaan Anggota Lembaga, Aduan Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi via WhatsApp Tak Direspons Anggota Tipiter Polrestabes Semarang
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 10 Jul 2026
- visibility 3

Semarang, XposId.com – Seorang anggota Lembaga Komite Anti Korupsi Nasional Indonesia (KANNI) Kota Semarang mengaku kecewa karena laporan dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang disampaikan melalui telepon dan WhatsApp kepada anggota Unit Tipiter Polrestabes Semarang tidak mendapat respons.Jumat, 10 Juli 2026.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.25 WIB. Saat itu Ketua KANNI Kota Semarang, Johanes Krisnantoro, bersama beberapa rekan media melintas di kawasan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Mereka sempat berhenti di sebuah warung bakso untuk makan.
Ketika hendak menuju toilet, Kris melihat sebuah truk masuk ke sebuah gang. Rasa curiga muncul setelah ia menyaksikan sopir truk menurunkan dua galon air mineral yang diduga berisi solar yang dikeluarkan dari tangki bahan bakar truk tersebut.
Kris kemudian mengikuti truk hingga masuk ke sebuah gudang. Di lokasi itu, ia mengaku menemukan sejumlah kempu atau jeriken berkapasitas sekitar 1.000 liter yang diduga digunakan untuk menampung BBM. Gudang tersebut dijaga oleh dua orang yang disebut enggan menyebutkan identitas maupun nama pemilik gudang.
Mengetahui adanya dugaan aktivitas penimbunan BBM bersubsidi, Kris berupaya menghubungi salah seorang anggota Tipiter Polrestabes Semarang melalui sambungan telepon. Namun, beberapa kali panggilan yang dilakukan tidak mendapat respons.
Selanjutnya, Kris meminta bantuan anggota Paminal Polrestabes Semarang untuk menghubungi personel Tipiter. Akan tetapi, menurut pengakuannya, upaya tersebut juga tidak membuahkan hasil karena panggilan telepon tidak direspons.

Tak berhenti di situ, Kris juga mengirimkan laporan melalui WhatsApp kepada anggota Tipiter Polrestabes Semarang yang disebut bernama Ibnu dan Edy terkait dugaan adanya gudang penimbunan solar bersubsidi. Namun hingga beberapa jam kemudian, laporan tersebut juga belum mendapatkan tanggapan.
Karena situasi dinilai tidak memungkinkan dan waktu sudah semakin larut malam, Kris bersama rekan-rekan media akhirnya memutuskan meninggalkan lokasi.
Kris mengaku kecewa karena dugaan penimbunan BBM tersebut tidak dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat, sehingga identitas pemilik gudang maupun asal-usul BBM yang diduga merupakan solar bersubsidi belum dapat diketahui.
Ia berharap Kapolrestabes Semarang dapat menginstruksikan seluruh jajaran di bawahnya agar lebih cepat merespons setiap laporan atau informasi dari masyarakat. Menurutnya, respons yang cepat sangat penting agar dugaan tindak pidana dapat segera ditindaklanjuti dan tidak memberi kesempatan kepada pelaku untuk menghilangkan barang bukti.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Semarang terkait laporan dugaan penimbunan BBM solar bersubsidi tersebut maupun mengenai belum adanya respons terhadap aduan yang disampaikan oleh pelapor. (Tim)
- Penulis: admin


